Halaman 211
Tarjuman
Bahasa Melayu
21. Dan apabila Kami menurunkan kepada manusia sesuatu rahmat sesudah mereka ditimpa sesuatu kesusahan, mereka dengan serta-merta melakukan rancangan jahat untuk menentang ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) Kami. Katakanlah (wahai Muhammad), “Allah lebih cepat melakukan pembalasannya!” Sesungguhnya utusan-utusan Kami (para malaikat) sentiasa menulis rancangan jahat yang kamu jalankan itu.
22. Dia-lah yang menjadikan kamu dapat berjalan di darat dan di laut (dengan diberi kemudahan menggunakan berbagai jenis kenderaan). Sehingga apabila kamu berada di dalam kapal dan kapal itu pula meluncur membawa penumpang-penumpangnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka pun bergembira dengannya, tiba-tiba datanglah kepada mereka angin ribut yang kencang, dan mereka pula didatangi ombak dari segenap penjuru, serta mereka percaya bahawa mereka dikelilingi bahaya, maka pada saat itu mereka semua berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata (dengan berkata), “Sesungguhnya jika Engkau (Ya Allah) selamatkan kami daripada bahaya ini, kami pasti menjadi orang yang bersyukur.”
23. Tetapi sebaik sahaja Allah menyelamatkan mereka, mereka terus melakukan kezaliman di muka bumi tanpa sebarang alasan yang benar. Wahai manusia! Sesungguhnya kezaliman kamu itu hanyalah (bala bencana) terhadap diri kamu sendiri. Itu hanyalah kesenangan hidup di dunia (yang sementara), kemudian kepada Kami-lah tempat kembalinya kamu, maka Kami akan memberitahu apa yang kamu telah lakukan.
24. Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu hanyalah seperti air hujan yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah (dengan suburnya) tanam-tanaman di bumi daripada jenis-jenis yang dimakan oleh manusia dan binatang ternakan hingga apabila bumi itu lengkap sempurna dengan keindahannya dan berhias (dengan bunga-bungaan yang berwarna-warni), dan penduduknya pun menyangka bahawa mereka pasti menguasainya (dapat mengambil hasilnya), tiba-tiba datang perintah Kami (menimpakan bala bencana) pada waktu malam atau pada siang hari, lalu Kami jadikannya hancur lebur bagaikan tanaman yang sudah dituai, seolah-olah tidak tumbuh semalamnya. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) Kami satu persatu kepada kaum yang mahu berfikir.
25. Allah menyeru manusia ke Darussalam (tempat kediaman yang aman sentosa iaitu syurga) dan Dia sentiasa memberi hidayah kepada sesiapa yang dikehendaki-Nya (menurut peraturan-Nya) ke jalan yang lurus (serta selamat).
English
21. And when We cause men to taste a mercy after a hurt has touched them, behold! They begin to make (evil) plots against Our signs. Say: “Allah is the quickest in making plans.” Surely Our angels write down what they plot.
22. It is He who causes you to travel by land and sea, so much so that when you are in ships, and the ships sail away with the people in a pleasant breeze, and they are delighted with it, (then) a stormy wind overtakes them (the ships), and the waves come to them from all directions, and they think they are surely surrounded by them, they call
upon Allah with exclusive faith in Him: “If You save us from this, we will most certainly be of those who are thankful.”
23. But when He saved them, behold! They transgress in the land wrongfully. O mankind! Your transgression is only against yourselves. A temporary enjoyment of the life of this world, then to Us is your return, and We will inform you of what you used to do.
24. The likeness of the life of this world is as the water which We send down from the sky, causing all kinds of plants to grow which men and cattle eat, so much so that when the land puts on its golden raiment and is adorned, and its owners think that they are masters over it, there comes to it Our command by night or by day, so We make it like a clean-mown harvest, as if it had not been there the day before. Thus do We explain the signs for people who reflect.
25. And Allah calls (you) to the abode of Peace (i.e Paradise), and guides
whom He wills to the straight path.
Tamil


Tilawah
Riwayat Hafs daripada ‘Asim
Sheikh Dr. Ahmad ‘Isa Alma’sarawi
Asbab-al-Nuzul


